Hari Rabu kemaren, tanggal 20 Desember, saya nonton film animasi yang berjudul HAPPY FEET. Film yang diperankan antara lain oleh Elijjah Wood yang pernah bermain dalam film Lord of The Ring, memberikan makna yang baik tentang menyikapi perbedaan. Film ini berkisah tentang seekor penguin yang bernama Mumble. Pada umumnya para penguin di tempat Mumble hidup memiliki kemampuan bernyanyi yang sangat baik. Termasuk Memphis (Hugh Jackman) dan Norma Jean (Nicolle Kidman), orang tua Mumble. Bahkan Memphis dan Norma Jean memiliki suara dahsyat yang sangat menggetarkan hati. Para penguin menggunakan nyanyian untuk mengungkapkan perasaan dan memikat pasangannya serta sebagai cara untuk bertahan hidup.
Akan tetapi sungguh malang nasib Mumble. Ia tidak mewarisi suara indah dari orang tuanya. Bahkan suaranya itu sangat buruk. Jika ia bernyanyi, penguin lainnya menutup telinga dan menjauh. Mumble hanya bisa menari tap dance. Dengan ‘kaki cerianya’ ia ungkapkan segala perasaannya, baik itu senang maupun sedih.
Keadaan Mumble yang berbeda membuat Mumble dikucilkan dari lingkungannya. Bahkan ketika ia beranjak dewasa. Namun, tap dance Mumble dapat menarik perhatian kaum muda. Mereka pun dengan gembira melakukan tap dance sambil bernyanyi.
Akan tetapi, hal itu mendapatkan pertentangan dari kaum tua konservatif, para sesepuh bangsa Penguin yang merasa mapan dengan keadaannya. Saat musim panceklik dimana ikan-ikan di laut sudah tidak ada, para sesepuh menyalahkan Mumble karena tarian tap-nya. Para sesepuh menuduh Mumble telah membuat The Mighty Guin (dewa bangsa penguin) marah dan mengambil semua ikan. Mumble tidak percaya, ia bersikeras bahwa yang mengambil seluruh ikan adalah ‘alien’ (Alien menurut bangsa penguin adalah manusia). Dan Mumble diusir dari kampung.
Mumble bertekad untuk membuktikan bahwa para sesepuh itu salah. Ia pergi untuk mencari alien tersebut. Kemudian ia menemukan banyak kapal pengangkut ikan yang sedang berburu ikan dalam jumlah besar. Ia tidak kuasa melawannya. Dan akhirnya ia pingsan dan terdampar di pantai.
Ketika siuman ia telah berada di kebun binatang. Ia merasa frustasi di kebun binatang. Kemudian ia mempertunjukan tarian tap-nya dan itu membuat seluruh pengunjung kebun binatang tekjub. Akhirnya Mumble dilepaskan dan kembali ke tempat asalnya dengan membawa alat pelacak. Alat pelacak itu membuat para peneliti datang. Hasil dari penelitian membuat para pemimpin negara membuat kebijakan larangan untuk memburu ikan di daerah tersebut.
And Mumble save the day…..
Film ini menginspirasikan saya bahwa tiap orang dilahirkan berbeda. Dan tiap orang tidak bisa diperlakukan sama. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Dan itulah yang membuat setiap orang spesial. Bukan aneh tapi istimewa…
Tuesday, March 13, 2007
Spesial Bukan Aneh
Posted by
khalifaturrahman
at
3/13/2007 07:10:00 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment