Habiburohman al Shirazy mengeluarkan novel lagi yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih. Novel ini sama seperti novel sebelumnya Ayat-Ayat Cinta mengambil latar Mesir dan menceritakan seorang mahasiswa
Dalam novel ini tokoh utamanya (yaitu Azzam) sangat berbeda dengan tokoh sebelumnya (Fahri). Tokoh Azzam oleh Kang Abik ditampilkan lebih manusiawi. Maksud saya, berbeda dengan Fahri dalam Ayat-Ayat Cinta yang begitu ideal bak malaikat, tokoh Azzam itu begitu menonjol sifat-sifat manusiawinya. Kalo Fahri merupakan mahasiswa yang cerdas, aktif berdakwah, dan sedang menyelesaikan tesisnya, Azzam merupakan mahasiswa yang harus bekerja keras berjualan
Digambarkan juga suasana hati Azzam yang goyah karena tergoda oleh kecantikan Eliana, namun tetap tegar, dapat menahan diri ketika hendak diberi hadiah French Kiss oleh Eliana. Selain itu juga sikapnya yang cuek ketika menolak telepon lantaran ia sangat ngantuk. Dan sifatnya juga yang itung-itungan ketika berbisnis.
Dikisahkan juga tokoh-tokoh lainnya yang juga dilihat sisi manusiawinya. Ada Fadhil yang sakit hati karena wanita idamannya telah dilamar oleh temannya sendiri, bahkan ia harus menyenandungkan nasyid di pernikahan tersebut. Ada Hafez yang memendam cinta. Bahkan Furqon, mahasiswa lulusan S 2 yang dijebak oleh Mossad hingga masa depannya hancur.
Namun, seperti karya-karya Kang Abik lainnya, novel ini sarat akan ibroh dan hikmah. Salah satunya Rahasia Cinta Ibnu Athailah serta kaidah fiqih al itsaru fi qurbi makruhun wa fi ghoirihi mahbuhun.
Maka segera beli dan baca novelnya.
No comments:
Post a Comment